Sabtu, 25 April 2020

Contoh Lamaran Kerja Yang Benar

CONTOH LAMARAN KERJA 

 

Jakarta, 20 AprIl 2020

Perihal             : Surat Lamaran
Lampiran         : 5 eksemplar

Kepada Yth
Kepala Dinas Tenaga Kerja
Jakarta Pusat

Dengan Hormat,

Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama                                      : Candra Dewi
Tempat/tgl Lahi                      : Jakarta 24 Pebruari 1986
Pendidikkan Terakhir              : Sarjana Ilmu komunikasi – (Universitas Indonesia)
Jurusan Ilmu Komunikasi – Public Relation. IPK 3,62
Alamat Rumah                        : Jln Kenangan No.01- C 46, Jakarta Selatan
Nomor Telepon                       : (Mobile) 081234567890, (Home) 021.9876543

Bermaksud untuk mengajukan lamaran kerja sebagai Staff Administrasi pada Dinas Tenaga Kerja Jakarta. Saya lulusan Univerisitas Indonesia jurusan Ilmu Komunikasi tahun 2019.

Sebagai bahan pertimbangan saya lampirkan dokumen pendukung, antara lain:
  1. Curiculum Vitae
  2. Ijasah (fotocopi)
  3. Transkrip Nilai (fotokopi)
  4. Kartu Tanda Penduduk (fotokopi)
  5. Foto Terbaru
Saya berharap dapat diberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara lebih terperinci tentang potensi diri saya terhadap pekerjaan.

Atas perhatian dan pertimbangannya, Saya ucapkan terima kasih.

Hormat Saya


Candra Dewi


Kiat Sukses Psikotes


Psikotes adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui gambaran seseorang mulai dari  kemampuan kognitifnya, kondisi emosinya, kecenderungan-kecenderungan sikap dan hal-hal yang mempengaruhi kecenderungan tersebut.
Psikotes ini ditujukan untuk mengetes kepribadian Anda apakah sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau tidak. Umumnya, ada 4 macam psikotes yaitu tes Wartegg, tes menggambar pohon dan manusia, tes EPPS, dan tes Pauli.
Untuk membantu Anda lulus psikotes kerja, berikut penjelasan keempat macam psikotes tersebut disertai kiat mengerjakannya.

1. Tes Wartegg

Dinamakan seperti ini karena memang penemunya merupakan seorang psikolog Jerman bernama Ehrig Wartegg.
Dalam tes ini, Anda akan disajikan 8 kotak yang memiliki pola berbeda-beda, yaitu titik, garis melengkung, garis lurus berjejer, kotak hitam kecil, dua buah garis tegak lurus, dua garis tak beraturan, titik-titik yang melingkar, dan garis lengkung.
Anda diharuskan untuk menggambar melanjutkan pola yang sudah ada. Urutan menggambar bebas boleh dari kotak mana pun, namun nantinya Anda harus menomori urutan gambar dari yang pertama kali Anda buat hingga yang terakhir Anda selesaikan.

2. Tes Menggambar Pohon dan Manusia

Setelah tes Wartegg, sangat mungkin selanjutnya Anda akan mengikuti tes menggambar pohon dan manusia. Anda akan diberikan satu dua buah kertas berukuran A4, dengan waktu yang terbatas Anda harus menggambar pohon di selembar kertas dan menggambar manusia di lembar lainnya.
Pohon yang digambar tidak boleh pohon kelapa atau tumbuhan kecil, Anda harus menggambar pohon yang ada rantingnya. Manusia yang digambar juga nantinya akan Anda berikan nama, usia, dan harus dicantumkan apa yang sedang dikerjakannya.
Walaupun Anda tidak pandai menggambar, jangan khawatir, karena yang dilihat dari tes menggambar ini bukanlah gambar Anda bagus atau tidak, melainkan poin-poin yang ada di dalam gambar yang menunjukkan kepribadian Anda.

3. Tes EPPS (Edwards Personal Preference Schedule)

Jenis psikotes lainnya untuk masuk kerja adalah tes EPPS yang akan menunjukkan kepribadian Anda lebih detail. Dalam tes ini, Anda hanya akan diberikan dua pilihan yaitu A dan B, dan harus memilih yang kira-kira lebih sesuai dengan kepribadian Anda.
Tes EPPS biasanya terdiri dari 225 nomor, dan semuanya harus Anda isi walaupun ada satu nomor yang semua pilihannya samasekali bukan seperti Anda. Tidak ada benar dan salah dalam tes EPPS, karena kepribadian seseorang bukan sesuatu yang dapat dibilang benar atau salah.
Tujuan dari Tes EPPS ini sebetulnya cukup jelas, yaitu untuk menyaring orang yang memiliki kepribadian sesuai yang diharapkan oleh perusahaan.

4. Tes Pauli atau Tes Koran

Dinamakan tes koran karena memang Anda akan dihadapkan pada sebuah kertas besar seukuran koran yang isinya penuh dengan deretan angka-angka satuan dari 1-9.
Tugas Anda dalam tes Pauli ini hanya satu, yaitu menjumlahkan setiap dua angka dalam suatu kolom. Ada puluhan kolom yang harus Anda kerjakan, dan Anda memulainya dari ujung kiri atas menyusuri satu kolom hingga ke bawah, hingga ujung kolom kanan.
Dalam beberapa waktu tertentu, pemberi tes akan memerintahkan Anda untuk menggaris di bagian mana Anda sudah berprogres.
Penjumlahannya cukup sederhana karena angkanya juga satuan. Hal yang perlu diperhatikan untuk dapat berhasil melewati tes ini adalah konsistensi Anda dalam menjumlahkan angka-angka tersebut.
Tidak masalah jika Anda tidak terlalu pandai berhitung, namun usahakan dari awal hingga akhir jumlah angka yang Anda proses selalu sama.
Jika berhasil, artinya Anda adalah seorang yang selalu konsisten dengan pekerjaan yang dihadapi, dan sangat potensial sebagai calon karyawan baru di perusahaan tersebut.



Sumber : 
https://www.duniakaryawan.com/lulus-psikotes-kerja/




Pentingnya Soft Skill





PENTINGNYA SOFT SKILL

Saat ini kita semakin dihadapkan akan pentingnya soft skill bagi diri kita sendiri, organisasi dan kehidupan sosial bermasyarakat, dalam kehidupan bermasyarakat banyak kita jumpai kasus-kasus kekerasan karena hal sepele akibat ketidak mampuan seseorang dalam menguasai emosi dan pikirannya, tuntutan organisasi dan perusahaan akan pekerja juga semakin kompleks, oleh karena itu setiap individu harus memiliki nilai tambah untuk dapat bersaing dan mendapatkan kesempatan karier yang gemilang.

Dari uraian diatas dapat kita simpulkan sumber daya manusia yang unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran hard skill saja tetapi juga cekatan dalam aspek soft skill. Ungkapan dan hibauan terkait pentingnya soft skill sudah banyak disampaikan oleh para pakar, menteri dan pimpinan tertinggi negeri ini.

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi selalu mengatakan human capital investment itu penting. Skill yang sulit dikuasai robot adalah soft skill. Orang yang bisa interact, bisa care, dan bisa berdiplomasi. Berdasarkan studi World Bank, banyak anak sekolah tapi tidak belajar apa-apa sehingga saat mereka lulus, mereka tidak memiliki kemampuan untuk meningkatkan produktivitas. Di sinilah pentingnya kualitas pendidikan dan ketepatan ilmu yang diberikan.

Menteri Ketenagakerjaan RI M Hanif Dhakiri mengatakan agar benar-benar memiliki daya saing tinggi, masyarakat Indonesia juga harus membekali dirinya dengan softskill. Ia juga menambahkan, saat ini, softskill semakin penting perannya, mengingat upaya peningkatan daya saing bangsa harus diimbangi karekter bangsa yang kuat pula.

Menurut Berthal (dalam Muqowim, 2012: 5),  soft skills diartikan sebagai perilaku personal dan interpersonal yang mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia.

Elfindri, dkk (2011: 10) mendefinisikan soft skills sebagai keterampilan hidup yang sangat menentukan keberhasilan seseorang, yang wujudnya antara lain berupa kerja keras, eksekutor, jujur, visioner, dan disiplin. Lebih lanjut Elfindri menjelaskan bahwa soft skills merupakan keterampilan dan kecakapan hidup yang harus dimiliki baik untuk sendiri, berkelompok, atau bermasyarakat, serta berhubungan dengan Sang Pencipta.  Soft skills sangat diperlukan untuk kecakapan hidup seseorang.
Giblin dan Sailah (dalam Sucipta: 2009: 1) juga menekankan bahwa soft skills merupakan kunci menuju hidup yang lebih baik, sahabat lebih banyak, sukses lebih besar, dan kebahagiaan yang lebih luas.

Kaipa dan Milus (2005: 3-6) menyatakan hal yang sama bahwa soft skills adalah kunci untuk meraih kesuksesan, termasuk di dalamnya kepemimpinan, pengambilan keputusan, penyelesaian konflik, komunikasi, kreativitas, kemampuan presentasi, kerendahan hati dan kepercayaan diri, kecerdasan emosional, integritas, komitmen, dan kerjasama.

Berdasarkan paparan di atas, terlihat betapa pentingnya soft skill bagi setiap orang, tidak terkecuali Proxsis sebagai organisasi yang fokus pada Ilmu pengetahuan dan pengembangan profesional juga melaksanakan program pengembangan karyawan secara rutin, melalui kegiatan pelatihan yang di selenggarakan oleh Proxsis HR, dengan Narasumber Internal dari jajaran Top Management dan Business Leader yang juga berperan sebagai pelaku bisnis. Dari kegiatan tersebut Proxsis banyak mencetak Leader baru yang berhasil menjalankan, mengelola dan memimpin suatu bisnis unit.

Bermula dari kegiatan tersebut, Proxsis juga meneyelenggarakan pelatihan-pelatihan terkait soft skill dengan tujuan membantu organisasi lain dalam meningkatkan kompetensi karyawannya, agar dapat mencapai hasil kerja terbaik dan meningkatkan performa perusahaan, serta membantu para professional dalam proses pengembangan karier kedepan.



Sumber :
https://pelatihanpengembangansdm.co.id/pentingnya-soft-skill-menurut-pakar/